ANALISIS PUTUSAN HAKIM DALAM PENETAPAN NAFKAH IDDAH: STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA KOTA BANJARBARU
DOI:
https://doi.org/10.47732/maqashiduna.v3i1.758Abstract
AbstractThis study analyzes the factors influencing the determination of iddah maintenance in divorce cases (cerai talak) at the Religious Court of Banjarbaru. Iddah maintenance is a financial right for women after divorce during the iddah period; however, its application often varies in court. Using a qualitative approach, data were collected through interviews with judges and court decision documentation. The findings indicate that iddah maintenance is determined based on principles of propriety, balance, and adequacy, considering economic conditions and the regional minimum wage (UMR). The variations in decisions reflect responsiveness to different case contexts. This study emphasizes the need for more standardized guidelines for iddah maintenance and flexibility in the application of Islamic law to align with social dynamics. The findings are relevant to the development of fairer practices in Islamic family law.Keywords: Divorce, Iddah Maintenance, Islamic Family Law, Judicial Decision, Religious CourtAbstrak:Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penetapan nafkah iddah dalam kasus cerai talak di Pengadilan Agama Kota Banjarbaru. Nafkah iddah adalah hak finansial bagi perempuan pasca perceraian selama masa iddah, tetapi penerapannya sering kali bervariasi di pengadilan. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari wawancara dengan hakim dan dokumentasi putusan pengadilan. Hasilnya menunjukkan bahwa penentuan nafkah iddah didasarkan pada prinsip kepatutan, keseimbangan, dan kelayakan, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan UMR setempat. Variasi putusan mencerminkan respons terhadap situasi kasus yang berbeda. Studi ini menggarisbawahi pentingnya panduan yang lebih standar untuk nafkah iddah dan fleksibilitas dalam penerapan hukum Islam sesuai dengan dinamika sosial. Temuan ini relevan bagi pengembangan praktik hukum keluarga Islam yang lebih adil.Kata Kunci: Cerai Talak, Hukum Keluarga Islam, Nafkah Iddah, Pengadilan Agama, Putusan hakimReferences
Aa, Multazim. “Konsepsi Imam Syafi’i Tentang Ittihadul Majlis Dalam Akad Nikah.” Mahakim: Journal of Islamic Family Law 4, no. 2 (7 Juni 2022): 143–51. https://doi.org/10.30762/mahakim.v4i2.117.
Abdullah, Fadli Daud, Ramdani Wahyu Sururie, dan Oyo Sunaryo Mukhlas. “Analisis Putusan Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Cirebon pada Prosedur Eksekusi Sita Jaminan Perkara Murabahah.” Strata Social and Humanities Studies 1, no. 2 (26 Oktober 2023): 71–81. https://doi.org/10.59631/sshs.v1i2.99.
Banjarbaru, Pengadilan Agama. “Profil Banjarbaru.” Diakses 28 September 2024. https://pabanjarbaru.go.id/profil-pengadilan-1/sejarah-pengadilan.htm.
Ghozali, Abdul Rahman,. Fiqh Munakahat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.
Mahkamah Agung RI. “data perceraian.” Diakses 30 September 2024. https://badilag.mahkamahagung.go.id/.
Moleong, Lexy. Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008.
Pengadilan Agama. “Surat Putusan Nomor 290/Pdt.G/2022/PA.Bjb.” Diakses 28 Agustus 2024. http://pa-banjarbaru.go.id/123-laporan/171-laporan-akses-informasi.html.
Ramdani, Riyan, dan Firda Nisa Syafitri. “Penentuan Besaran Nafkah Madhiyah, Nafkah Iddah Dan Mut’ah Dalam Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama”, Adliya: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan 15, no. 1 (31 Maret 2021): 37–50. https://doi.org/10.15575/adliya.v15i1.11874.
Sabiq, Sayyid. Fiqih Sunnah. Jakarta: PT. Tinta Abadi Gemilang, 2013.
Yulianti, Devi, R.Agus Abikusna, dan Akhmad Shodikin. “Pembebanan Mut’ah Dan Nafkah ‘Iddah Pada Perkara Cerai Talak Dengan Putusan Verstek.” Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam 5, no. 2 (2 November 2020): 286. https://doi.org/10.24235/mahkamah.v5i2.7285.
Yunarti, Sri. “Diskresi Hakim Dalam Menetapkan Hukum Di Pengadilan Agama Kelas Ib Batusangkar”, JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) 16, no. 1 (30 Juni 2017): 77. https://doi.org/10.31958/juris.v16i1.962.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 MAQASHIDUNA: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





