Peran Program Literasi Sekolah terhadap Peningkatan Minat Baca Siswa MI Miftahussholihin Martapura
DOI:
https://doi.org/10.47732/darris.v8i2.949Kata Kunci:
Case Study, Literacy Culture, Madrasah Ibtidaiyah Students, Reading Interest, School Literacy Program.Abstrak
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran program literasi sekolah terhadap peningkatan minat baca siswa di MI Miftahussholihin Martapura, dilatarbelakangi rendahnya minat baca siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari kepala sekolah, guru, dan siswa (purposive sampling), kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi sekolah berperan penting dalam meningkatkan minat baca siswa melalui pembiasaan, penyediaan sarana literasi yang menarik, serta dukungan penuh dari warga sekolah, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan koleksi dan kurangnya pendampingan orang tua di rumah, yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk keberhasilan program. Kata kunci: program literasi sekolah, minat baca, siswa madrasah ibtidaiyah, studi kasus, budaya literasi.Referensi
Aryani, W. D. (2023). Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8(1), 12–20.
Beers, K., Probst, R. E., & Rief, L. (2007). Adolescent Literacy: Turning Promise into Practice. Portsmouth: Heinemann.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: SAGE Publications.
Harjasujana, A. S. (2018). Pengembangan Minat dan Kebiasaan Membaca pada Anak Sekolah Dasar. Bandung: Alfabeta.
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, and Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2014.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Implementasi Literasi di Sekolah. Jakarta: Pusat Perbukuan.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Newbury Park: SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Thousand Oaks: SAGE Publications.
Nugraha, D. (2021). Peran Guru dalam Menumbuhkan Minat Baca Peserta Didik Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Literasi, 5 (2), 55–64.
Rahim, F. (2018). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Tarigan, H. G. (2008). Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
UNESCO. (2017). Global Education Monitoring Report 2017/2018: Accountability in Education. Paris: UNESCO.
Vidiawati, V. (2019). Implementasi Program Literasi dalam Meningkatkan Minat Baca bagi Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Pondok Pinang Jakarta Selatan. Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods. Thousand Oaks: SAGE Publications.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).

