MEMBANGUN IKATAN EMOSIONAL GURU DAN WALI KELAS SERTA MURID DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD ISLAM TERPADU AL HIKMAH KOTA BANJARMASIN
DOI:
https://doi.org/10.47732/darris.v8i1.702Abstrak
Abstract: This study is based on the differences in the character of each individual teacher and student in building emotional bonds. So that in rebuilding the emotional bond, the teacher as a central figure in the learning process has a very important role in creating comfortable and enjoyable learning conditions. The author is interested in examining how the role of a teacher in building emotional bonds in Al Hikmah Islamic Elementary School. The method used is a qualitative approach, the data collected in this study is verbal, namely, data obtained through conversation and questions and answers with a sample of 2 informants. The results of the study stated that teachers as the main figures in schools have a very important role in creating comfortable learning conditions, an effective learning process in order to achieve the desired learning goals. For this reason, teachers need to rebuild emotional bonds with students for the sake of smooth learning processes. From the research conducted, teachers and homeroom teachers took a permissive approach such as implementing learning methods that children like. Keywords: A Permissive Approach, Building, Emotional Bonds. Abstrak: Penelitian ini didasarkan pada perbedaan karakter setiap individu guru dan siswa dalam membangun ikatan emosional. Sehingga dalam membangun kembali ikatan emosional tersebut guru sebagai sosok sentral dalam proses pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam menciptakan kondisi belajar yang nyaman dan menyenangkan. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimana peranan seorang guru dalam membangun ikatan emosional di SD Islam terpada Al Hikmah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersifat verbal yakni, data yang diperoleh melalui percakapan dan tanya jawab dengan sampel 2 orang informan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa guru sebagai tokoh utama di sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan kondisi belajar yang nyaman, proses belajar yang efektif agar tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan. Untuk itu guru perlu membangun kembali ikatan emosional dengan murid demi kelancaran dalam proses pembelajaran. Dari penelitian yang dilakukan yang mana guru dan wali kelas melakukan pendekatan permisif seperti menerapkan metode-metode belajar yang disukai anak. Kata Kunci: Ikatan Emosional, Membangun, Pendekatan Permisif.Referensi
A. Jennings, Patricia, dan Mark T. Greenberg. “The Prosocial Classroom: Teacher Social and Emotional Competence in Relation to Student and Classroom Outcomes.” American Educational Research Association, 2009
Abdussamad, Zuchri. Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: Syakir Media Press, 2021.
Bruney, Glenda. “The Teacher-Student Relationship: The Important Of Developing Trust and Fostering Emotional Intelligence in The Classroom,” 2012, 32–33.
Kusumastuti, Adhi, dan Ahmad Mustamil Khoiron. Metode Penelitian Kualitatif. Semarang: Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo, 2019.
Murdiyanto, Eko. Metode Penelitian Kualitatif (Teori dan Aplikasi disertai Contoh Proposi). Yogyakarta: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UPN “Veteran” Yogyakarta Press, 2020.
Nugrahani, Farida. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Penelitian Pendidikan Bahasa. Surakarta, 2014.
Bhatnagar, R., & Many, J. (2022). Teachers using social emotional learning: Meeting student
needs during COVID-19.International Journal of Technology in Education (IJTE),5(3),518-534.
Aminah, Siti. “Membangun Komunikasi Efektif Antara Pendidik Dengan Peserta Didik Dalam Persektif Islam”, MADRASAH, Vol. 05, No. 02, Januari-Juni. 2013.
Sulhan, Najib. Karakter Guru Masa Depan Sukses dan Bermanfaat. Surabaya: Jaring Pena. 2011.
Rahmania, Aisyah. “Pengelolaan Kelas Dalam Kegiatan Pembelajaran Bagi Siswa Sekolah Dasar Pada Masa Pandemi Covid-19”, Jurnal Manajemen Pendidikan Perkantoran, Vol. 7, No. 1, Januari 2022.
Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Manajemen Pendidikan, Bandung: Alfabeta.
Wijaya, Cece dan A. Tabrani Rusyan. Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya,2002.
Hamalik, Emar. Proses Belajar Menngajar. Bandung: Bumi aksara,2001.
Syam, Aswar “Hubungan Apersepsi Tanya Jawab Terhadap Minat Belajar Murid Kelas V SD Negeri Tanetea” Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, Skripsi Universitas Muhammadiyah Makassar, 2017.
Mulyadi, Mulyadi. Classroom Management. Malang: UIN-Malang Pres, 2009.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).

