PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MIS NURUL MUSTHAFA KOTABARU
DOI:
https://doi.org/10.47732/darris.v5i2.431Abstrak
Abstract: This research discusses "Character Education for MIS Nurul Musthafa Students through Learning the History of Islamic Culture". The formulation of the problem in this research is what is the process of implementing learning carried out by teachers of the history of Islamic culture in forming students' character through learning the history of Islamic culture at MIS Nurul Musthafa Kotabaru. What are the supporting and inhibiting factors in the formation of student character through the process of learning the history of Islamic culture at MIS Nurul Musthafa Kotabaru.The subjects of this research were teachers of Islamic cultural history subjects, Madrasah Heads, and students at MIS Nurul Musthafa. The object of this research was Character Education for MIS Nurul Musthafa Students. Through Islamic cultural history students at MIS Nurul Musthafa Kotabaru. as well as supporting and inhibiting factors in student character education through learning the history of Islamic culture at MIS Nurul Musthafa Kotabaru. In extracting data, researchers used qualitative descriptive types and approaches, interview techniques, observation and documentation. The data processing technique is carried out by collecting data, classifying data, editing and interpreting data, then analyzing it using qualitative descriptive analysis and drawing conclusions inductively.Research results The process of implementing Islamic cultural history learning includes learning planning, learning implementation and learning evaluation, learning the history of Islamic culture for the formation of student character has gone well and as expected. This is proven by the improvement in students' character in Islamic cultural history lessons by making the Prophet Muhammad SAW a good role model, including compassion for others, religious, honest, diligent, responsible, tolerant and disciplined. Supporting and inhibiting factors in the process of implementing character education in the process of learning the history of Islamic culture are: teacher, family, environment and student factors. Keywords: Character, Education, Learning. Abstrak: Penelitian ini membahas tentang “Pendidikan Karakter Siswa MIS Nurul Musthafa Melalui Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru sejarah kebudayaan Islam dalam pembentukan karakter siswa melalui pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di MIS Nurul Musthafa Kotabaru. Apa saja faktor pendukung dan penghamabat dalam pembentukan karakter siswa melalui proses pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di MIS Nurul Musthafa Kotabaru.Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam, Kepala Madrasah, dan siswa di MIS Nurul Musthafa, Objek pada penelitian ini yaitu Pendidikan Karakter Siswa MIS Nurul Musthafa. Melalui Pembelajar sejarah kebudayaan Islam di MIS Nurul Musthafa Kotabaru. serta faktor pendukung dan penghambat dalam Pendidikan Karakter Siswa Melalui Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MIS Nurul Musthafa Kotabaru. Dalam penggalian data, peneliti menggunakan jenis dan pendekatan deskriftif kualitatif, teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan pengumpulan data, klasifikasi data, editing dan interpretasi data, selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif dan ditarik simpulan dengan induktif.Hasil penelitian Proses pelaksanaan pembelajaran sejarah kebudayaan Islam meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran, pembelajaran sejarah kebudayaan Islam untuk pembentukan karakter siswa sudah berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan karakter siswa pada pelajaran sejarah kebudayaan Islam dengan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suritauladan yang baik diantaranya yaitu kasih sayang terhadap sesama, religius, jujur, rajin, tanggung jawab, toleransi, dan disiplin. Faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran sejarah kebudayaan Islam yaitu: faktor guru, keluarga, lingkungan dan siswa. Kata kunci: Karakter, Pembelajaran, Pendidikan.Referensi
Abdillah dan Rahmat Hidayat, Ilmu Pendidikan, Medan: 2019.
Abdullah Munir, Pendidikan Karakter Membangun Karakter Anak Sejak dari Rumah, Jogjakarta: PT Pustaka Insan Madani, 2010.
Aisyah, Konsep dan Implementasinya, Jakarta: Kencana, 2018.
Dakir, Manajemen Pendidikan Karakter, Yogyakarta: K-Media 2018.
Dekemendikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: 2008
Depdiknasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2007.
Dian Andayani dan Abdul Majid, Pendidikan Karakter Perspektif Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.
Dian Andayani, Abdul Majid, Pendidikan Karakter Perspektif Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.
Ermadinah, Pendidikan Krakter Islami Di Raudhatul Qurrata A’yun Kel. Landasan Ulin Utara Kec. Liaang Anggang Banjarbaru, skripsi Banjarbaru: STAI Al Falah, 2014.
Hanafi. M, Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta: Dirjen Pendidikan Depag, 2009.
Hasbullah, Otonomi Pendidikan, Jakarta: PT Rajawali Pers, 2010.
Kemendikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: 2008.
Kesuma Dharma, Pendidikan Karakte: Kajian Teori dan Praktik di Sekolah, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017.
Khan Yahya, Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri, Yogyakarta: Pelangi Publishing, 2010.
M. Tholhah Hasan, Pendidikan Usia Dini Dan Keluarga, Jakarta: Mitra Abadi Press, 2012.
Mashur, Muslih, Pendidikan Karakter, Jakarta: Bumi Aksara, 2011.
MD/Guru Pelajaran SKI MTs Nurul Musthafa, Wawancara Pribadi, Kotabaru, 15 Oktober 2021.
MS/Kepala Sekolah MTs Nurul Musthafa, Wawancara Pribadi, Kotabaru, 7 Oktober 2021.
Nashir Haedar, Pendidikan Karakter Berbasis Agama dan Kebudayaan. Yogyakarta: Multi Presindo, 2013.
Nina Lamatenggo dan Hamzah B. Uno, Tugas Guru Dalam Pembelajaran Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2016.
Nur Hayati Ode dan Nurjannah, Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah, Jurnal kajian pendidikan keislaman, No 1, Vol 11.
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2001.
PNA, Siswi MTS nurul Musthafa, Wawancara Pribadi, Kotabaru, 16 Oktober 2021.
RA, Siswa MTs Nurul Musthafa, Wawancara Pribadi, Kotabaru, 16 Oktober 2021.
Ramadhan Syamsir, Pendidikan Karakter di SDN Pemurus Dalam 7 Banjar Indah II Kec.Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin, skripsi Banjarbaru: STAI Al Falah, 2017.
Santi Lisnawati dan Nusa Putra, Penelitian Kualitatif Pendidikan Agama Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.
Santi Lisnawati, Nusa Putra, Penelitian Kualitatif Pendidikan Agama Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012.
Shihab, M. Quraish, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Sutiah, Teori Belajar dan Pembelajaran, Sidoarjo: NLC, 2016.
Swardani Ni Putu, Pendidikan Karakter, Denpasar Bali: UNHI Press 2020.
Syihab, M. Quraish, Tafsir Al- Misbah: ss Jakarta: Lentera Hati, 2003.
Thoha Chabib, Metodelogi Pengajaran Agama, Semarang: Pustaka 1999.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).

