PENGARUH KEBIASAAN MEMBACA AL-QUR’AN TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL SISWA DI MIN KATINGAN
DOI:
https://doi.org/10.47732/darris.v5i2.429Abstrak
Abstract: The habit of reading the Koran makes a person always remember Allah. By remembering Allah, a person will have peace of mind and a person who has peace of mind will think positively and behave well. Someone who thinks positively and behaves well is a characteristic of someone who has spiritual intelligence. For this reason, the author conducted research on the influence of the habit of reading the Koran on the spiritual intelligence of students at MIN Katingan.This research aims to determine the influence of the habit of reading the Koran on the spiritual intelligence of students at MTsN 2 Katingan. The hypothesis in this research is "The habit of reading the Koran influences students' spiritual intelligence". This study uses a quantitative approach. There are two variables in this research, namely the habit of reading the Al-Qur'an as the independent variable and students' spiritual intelligence as the dependent variable. The population in this study were all MIN Katingan students, totaling 141 students. By using the proportionate stratified random sampling technique, the researcher determined the sample in this study to be 35 students. Data analysis techniques use descriptive statistical analysis techniques and inferential statistical analysis techniques.The results of calculations using descriptive statistics show that the practice of reading the Al-Quran is in the very high category with an average value of 36.45, which is in the 36-42 interval. Meanwhile, students' spiritual intelligence also showed very high numbers with an average score of 46.14, which was in the 42-49 interval.The results of calculations using inferential statistics show that there is an influence of the habit of reading the Qur'an on students' spiritual intelligence with a correlation coefficient value of r calculated > r table of 0.651 > 0.325 and a coefficient of determination of 0.423 which means the contribution of the habit of reading the Qur'an to intelligence spiritual students as much as 42%. So it can be concluded that there is a significant influence between the habit of reading the Koran and the spiritual intelligence of students at MIN 2 Katingan and the remaining 58% is influenced by other factors, such as the student's background, family, community environment and the student's social background. Keywords: Influence, Reading The Qur'an, Spiritual Intelligence. Abstrak: Kebiasaan membaca Al-Qur’an menjadikan seseorang selalu mengingat Allah. Dengan mengingat Allah seseorang akan memiliki ketenangan jiwa dan orang yang memiliki ketenangan jiwa akan berfikir positif dan bertingkah laku secara baik. Seseorang yang berfikir positif dan bertingkah laku secara baik merupakan ciri seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual. Oleh karena itulah, penulis melakukan penelitian tentang Pengaruh kebiasaan Membaca Al-Qur’an terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa di MIN Katingan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan membaca Al-Quran terhadap kecerdasan spiritual siswa di MTsN 2 Katingan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Kebiasaan membaca Al-Qur’an berpengaruh terhadap kecerdasan spiritual siswa”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu kebiasaan membaca Al-Qur’an sebagai variabel bebas dan kecaerdasan spiritual siswa sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa MIN Katingan yang berjumlah 141 siswa. Dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling peneliti menentukan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial.Hasil perhitungan menggunakan statistik deskriptif menunjukkan bahwa Kebiasaan membaca Al-Quran dalam pelaksanaannya masuk kategori sangat tinggi dengan diperoleh nilai rata-rata sebanyak 36,45 yaitu berada pada interval 36-42. Sementara itu, kecerdasan spiritual siswa juga menunjukkan angka sangat tinggi dengan diperoleh nilai rata-rata sebanyak 46,14 yaitu berada pada interval 42-49.Hasil perhitungan menggunakan statistik inferensial menunjukkan terdapat pengaruh kebiasaan membaca Al-Qur’an terhadap kecerdasan spiritual siswa dengan nilai koefien korelasi r hitung > r tabel sebesar 0.651 > 0.325 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,423 yang berarti kontribusi kebiasaan membaca Al-Qur’an terhadap kecerdasan spiritual siswa sebanyak 42%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan kecerdasan spiritual siswa di MIN 2 Katingan dan sisanya 58% dipengaruhi oleh faktor lain, seperti latar belakang siswa, keluarga, lingkungan masyarakat, dan sosial siswa. Kata Kunci: Kecerdasan Spiritual, Membaca Al Qur’an, Pengaruh.Referensi
Abdullah, Udik, Meledakan IESQ dengan Langkah Taqwa dan Tawakal, Jakarta:
Zikrul Hakim, 2012.
Abdullah, Umar, Qawa’id Qur’aniyah. 50 Qa’idah Qur’aniyah fi Nafsi wal Hayat, di terjemahkan oleh Muhamad Yasir dengan judul, 50 kaidah Al- Qur’an untuk Jiwa dan Kehidupan, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2020.
Abidin, Zainal, Seluk-beluk Al Qur’an, Jakarta: Rineka Pustaka, 2000.
Adz-dzakiey, Hamdani Bakran, Prophetic Inalligenes: Kecerdasan Kenabiaan, Yokyakarta, Pustaka Al-Furqan, 2006.
Agustian, Ary Ginanjar, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ Emotional Spiritual Quotient The ESQ 165: 1 Ihsan, 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam, Jakarta: Arga Publishing, 2010.
Al-MIshri, Ahmad, Manjilatu Ahlul Qur’an, di terjemahkan oleh Luthfia Niswati dengan judul, Kemuliaan Ahlu Qur’an, Sukoharjo: Al-Qowam, 2020.
Anshori, Muslich dan Iswati, Sri, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Surabaya:
Airlangga University Press, 2019.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta:
Rineka Cipta, 2014.
Ash shidieqy, Teungku Hasby, Pedoman Dzikir dan Doa, Jakarta: Bulan Bintang,
Az- Za’balawi, Sayyid Muhammad, Pendidikan Remaja, Depok: Gema Insani, 2007.
Aziz, Hamka Abdul, Pendidikan Karakter Berpusat pada Hati, Jakarta: Al Mawardi, 2011.
Azzet, Akhmad Muhaimin, Mengembangkan Kecerdasan Sosial Bagi Anak, Yogyakarta: Kata Hati, 2017.
Darajat, Zakiya, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Bulan Bintang, 1993.
Djaali, Pisikologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2014.
Fathoni, Abdurrahman, Metodologi Penelitian & Teknik Penyusunan Skripsi, Jakarta: PT Reneka Cipta, 2005.
Haryo, Kasih, “Pengrauh Kecerdasan Spiritual dan Motivasi Belajar Matematika,”Formatif, Vol. 2, No. 2 2015.
Hasan, M. Iqbal, Pokok-pokok Materi Statistik 1, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2014.
Herhyanto, Nar, dan Hamid, Akib, et. al., Statistika Penddidikan, Tanggerang
Selatan: Universitas Terbuka, 2014.
Hidayat, Muhammad Arif, “Hubungan Kebiasaan Membaca Al Qur’an Dengan
Pembentukan Karakter Agama Islam Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah
Negeri 2 Model”, Intiqad, Vol. 9 No. 2, 2017.
Jahja, Yudrik, Pisikologi perkembangan, Jakarta: Kencana, 2011.
Katsir, Ibnu, Fadhoilul Qur’an, diterjemahkan oleh Ahmad Hapid dengan judul, Keajaiban dan Keistimewaan Al Qur’an, Jakarta: Pustaka Azzam, 2016.
Kerlinger, Asas-Asas Penelitian Behavioral, Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press, 1990.
Khon, Abdul Majid, Praktikum Qira’at Keanehan Membaca Al Qur’an Qira’at ashim dari Hafash, Jakarta: Amzah, 2011.
Maunah, Binti, Ilmu Pendidikan, Yogyakarta: Teras, 2009.
Monks, F.J dan Rahayu, Siti, Psikologi Perkembangan, Yogyakarta: UGM Press,
Murdan, Statistik Pendidikan dan Aplikasinya, Banjarmasin, CYPRUS Banjarmasin, 2012.
Muzayanah, Ulfah Hayati dan Fauziyah, Lilis Al-Qur’an Hadits, Jatim: MDC,
Nata, Abuddin, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999.
Nggermanto, Agus, Kecerdasan Quantum, Bandung: Nuansa Cendaka, 2015.
Nurulyamin, Anwar, Taman Mini Ajaran Islam, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014.
Rakhmat, Jalaludin, SQ For Kids, Bandung: Mizan, 2007.
Rustanto, Bambang, Penelitian Kualitatif Pekerjaan Sosial, Bandung, PT. Remaja
Rosda Karya, 2015.
Saebani, Beni Ahmad, Metode Penelitian, Bandung: CV. Pustaka Setia, 2008.
Sensa, Muhammad Djarot, Komunikasi Qur’aniyah, Bandung: Pustaka Islamika,
Shihab, M. Quraish, Dia Ada dimana-mana “Tangan” Tuhan di Balik Setiap
Fenomena, Jakarta: Mizan, 2004.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Bandung: Alfabeta, 2018.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2016.
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2019.
Taqwa, A. Khoerozzadit, Karena Kematian adalah Nasehat Terbaik, Perbanyak
Taubatmu, Jauhi Maksiatmu, Semarang: Syalmahat Publishing, 2017.
Tasmara, Toto, Kecerdasan Ruhaniah, Jakarta: Gema Insani, 2006.
Taufik, Ahmad, Melejitkan SQ dengan Prinsip 99 Asmaul Husna, Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 2009.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 2015.
Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional,
Bandung, diperbanyak oleh Citra Umbara, 2003.
Wahab, Abd., Kepemimpinan pendidikan dan kecerdasan spiritual, Jogjakarta: Ar
Ruzz Media, 2012.
Yusuf, Syamsu, Pisikologi perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2015.
Zohar, Danah dan Marshal, Ian,SQ: Spiritual Intelligence, diterjemahkan oleh Rahmani Astuti, Ahmad Nadjib Burhani, Ahmad Baiquni dengan judul, SQ:Kecerdasan Spiritual, Bandung: Mizan, 2007.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).

