MANAJEMEN PENGENDALIAN EMOSI PADA PEMBELAJARAN PAI DI SDN KEBUN BUNGA 5
DOI:
https://doi.org/10.47732/darris.v7i2.562Abstract
Abstract: Emotional control management is a method or way of controlling one's emotions. Emotional development is an aspect of child growth that is important to manage. This research is motivated by the influence of learning Islamic religious education in controlling emotions. Therefore, this research was conducted with the aim of providing an understanding of the management of emotional control in learning Islamic religious education. The method used is the method of observation, interviews, and documentation. The results of the study show that there are emotional activities that occur at every age that a child goes through and are interconnected with one another. The forms of emotion that are often shown by students are crying, making noise, wanting to be acknowledged, changing the mood of students, and seeking attention. Emotions are very influential in the learning process, both positive emotions and negative emotions. Therefore, it is necessary to have good emotional management for children by providing social support for emotional management or emotional regulation in children carried out by their parents. The learning of Islamic religious education aims to improve the emotional and spiritual intelligence of students and to make them individuals who are faithful, pious, and have good morals. Keywords: Emotional Control, Learning PAI, Management. Abstrak: Manajemen pengendalian emosi adalah metode atau cara mengendalikan emosi yang ada dalam diri seseorang. Perkembangan emosi adalah satu aspek pertumbuhan anak yang penting untuk dikelola. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengaruh pembelajaran pendidikan agama islam dalam pengendalian emosi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang manajemen pengendalian emosi pada pembelajaran pendidikan agama islam. Metode yang digunakan adalah metode observasi, interview, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada aktivitas emosi yang terjadi pada setiap umur yang dilalui oleh seorang anak dan saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Adapun bentuk-bentuk emosi yang sering ditunjukkan oleh peserta didik yaitu menangis, suka ribut, rasa ingin di akui, perubahan mood peserta didik, dan mencari perhatian. Emosi sangat berpengaruh pada proses pembelajaran, baik itu emosi positif maupun emosi negatif. Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan emosi yang baik bagi anak dengan memberikan dukungan sosial untuk pengelolaan emosi atau regulasi emosi pada anak yang dilakukan oleh orang tuanya. Pembelajaran pendidikan agama islam bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual siswa serta membuat mereka menjadi individu yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah. Kata Kunci: Manajemen, Pembelajaran PAI, Pengendalian Emosi.References
Bahiroh, Afifatul Fitria dan Vitalis Djarot Sumarwoto. "Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Emosi Korban Perceraian Berbantuan Bimbingan Pribadi-Sosial Dengan Teknik Simulasi Siswa Smp Negeri 1 Takeran Kabupaten Magetan". Jurnal Counsellia. Vol. 4. No. 2. 2014.
Bhome, Shraddha, dkk. 2013. RESEARCH METHODOLOG. (Mumbai: Himalaya Publishing House)
Diana, Racmy. “Pengendalian Emosi Menurut Psikologi Islam”. Unisa, Vol. 37/ No. 82/ Januari 2015.
Djamaluddin, Ahdar dan Wardana. Belajar Dan Pembelajaran: 4 Pilar Peningkatan Kompetensi Pedagogis. (Parepare: Cv. Kaaffah Learning Center. 2019).
Fahira, Viviana, Rengga Satria, Ageng Priadi. "Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Kejujuran". An-Nuha: Jurnal Pendidikan Islam. Volume 1 Number 4 November 2021.
Hasyim, Abd. "Model Pembelajaran Agama Islam Dalam Kerangka Pendidikan Karakter Percaya Diri, Kedisiplinan dan Kejujuran Murid (Studi di SMP Luar Biasa–A Surabaya)". Proceedings International Conference on Lnguage and Education. Malang: Universitas Negeri Malang. 2017.
Jati, Sri Nugroho dan Dian Dwi Lestari. "Hubungan Antara Stress Kerja Dengan Kemampuan Anger Management Pada Dosen Fkip Universitas Muhammadiyah Pontianak". Jurnal Ilmiah Pena Kreatif FKIP Unmuh Pontianak. Vol. 6. No. 1. 2016.
Kothari, C.R. Kothari. 1990. Research Methodology-Methods and techniques. (New Delhi: New Age International (P) Limited, Publishers)
MacDonald, Stuart & Nicola Headlam. 2015. Research Methods Handbook–Introductory guide to research methods for social research. (Manchester: Centre for Local Economic Strategies)
Marsari, Henni dan Neviyarni. “Perkembangan Emosi Anak Usia Sekolah Dasar”. Jurnal Pendidikan Tambusai. Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021.
Mutmainah, Hatsanatul. “Upaya Guru Pai Dalam Peningkatan Kecerdasan Emosional Dan Spiritual Peserta Didik Di Sman 1 Bojonegoro”. At-Tuhfah: Jurnal Keislaman. Vol.7. No.1. 2018.
Pandey, Prabhat and Meenu Mishra Pandey. 2015. RESEARCH METHODOLOGY: TOOLS AND TECHNIQUES. (Romania: Bridge Center)
Prasetya, Akhmad Fajar dan I Made Sonny Gunawan. Mengelola Emosi. (Yogyakarta: K-Media. 2018).
Puspita, Shinta Mutiara. "Kemampuan Mengelola Emosi Sebagai Dasar Kesehatan Mental Anak Usia Dini". Jurnal Program Studi PGRA. Volume 5. Nomor 1. Januari 2019.
Vienlentia, Raisa. "Peran Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Regulasi Emosi Anak Dalam Belajar". Satya-Sastraharing. Vol. 5. No. 2. Desember 2021.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).

