SUMBER BELAJAR DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM MENYONSONG ERA 5.0
DOI:
https://doi.org/10.47732/alfalahjikk.v25i1.689Abstrak
The era of Society 5.0 presents a change in learning approaches by integrating technology to improve the quality, effectiveness, and efficiency of learning. In the context of Islamic education, relevant and innovative learning resources can provide wider access to knowledge and facilitate a more interactive and engaging learning process. The use of information technology, especially through the internet, is becoming an important means of accessing information and learning resources related to Islam. In addition, a good Islamic educational environment also plays an important role in improving the learning process. A conducive, inclusive, and Islamic values-based educational environment can create a positive atmosphere and facilitate holistic student growth. This research uses the method of literature study to collect and analyze relevant information from various theoretical and practical sources related to the topic covered. The results show that the use of technology in Islamic education in the Era of Society 5.0 can provide significant benefits, but also raises challenges that need to be overcome. Keyword: Influence, Learning, Progress of Society 5.0. Era Society 5.0 menghadirkan perubahan dalam pendekatan pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan kualitas, efektivitas, dan efisiensi pembelajaran. Dalam konteks pendidikan Islam, sumber belajar yang relevan dan inovatif dapat memberikan akses yang lebih luas ke pengetahuan dan memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Penggunaan teknologi informasi, terutama melalui internet, menjadi sarana penting dalam mengakses informasi dan sumber daya pembelajaran yang berkaitan dengan Islam. Selain itu, lingkungan pendidikan Islam yang baik juga memainkan peran penting dalam meningkatkan proses pembelajaran. Lingkungan pendidikan yang kondusif, inklusif, dan berbasis nilai-nilai Islam dapat menciptakan suasana yang positif dan memfasilitasi pertumbuhan siswa yang holistik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang relevan dari berbagai sumber teoritis dan praktis yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Islam di Era Society 5.0 dapat memberikan manfaat yang signifikan, namun juga memunculkan tantangan yang perlu diatasi. Kata Kunci: Kemajuan Society 5.0, Pembelajaran, Pengaruh.Referensi
Al-Qarashi, Baqir Sharif, The Educational System in Islam.
Azhari, Mohammad Rizki Yanto, dkk., 2022. Integrasi Pendidikan Agama Islam dalam Pemanfaatan Teknologi di Era Society 5.0, Palu: Universitas Islam Negeri Datokarama Palu.
Bahri, S. 2022. Konsep Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Society 5.0. Edupedia : Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam.
Muliawan, Jasa Ungguh. 2005. Pendidikan Islam Integritas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Muliawan, Jasa Ungguh 2015. Ilmu pendidikan Islam. Jakarta: Raya Grafindo Persada.
Purnomo, Yoppy Wahyu & Herwin, Educational Innovation In Society 5.0 Era: Challenges And Opportunities, (India: CRC Press/Balkema, 2021).
Saeful, Saeful dan Ferdinal Lafendry, Lingkungan Pendidikan dalam Islam, Tangerang: Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani, 2021.
Suherdi, Didi, Teaching English In Industry 4.0 And Disruptive Era A Practical Guide To Implementing Smelt 1 4.0 De In Indonesian Classrooms, Bandung: UPI Press, 2018.
Suhadak. 2021. Memperkuat eksistensi pendidikan Islam di era 5.0, Malang: Universitas Raden Rahmat Malang Indonesia.
Setiawan , TY (2022). Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Peserta Didik Di Era Merdeka Belajar Pada Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar.
Umro, J. 2021. Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Society 5.0. Al-Makrifat: Jurnal Kajian Islam.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).



