INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI MODEL USWATUN HASANAH PADA ANAK USIA DINI
DOI:
https://doi.org/10.47732/alfalahjikk.v24i1.315Abstrak
Abstract Education is not just about transferring knowledge but also the transfer of values. Therefore, the Uswatun Hasanah learning model is presented as one of the solutions for developing religious values in children, especially in early childhood, who require guidance to understand religion from a young age. Through qualitative descriptive research methods, including interviews and observations, this article aims to investigate the process of internalizing religious values in early childhood at the Integrated Islamic Early Childhood Education (PAUD) Al Falah and the factors that hinder it. The research findings indicate that (1) the internalization process of Islamic religious education through the Uswatun Hasanah model at PAUD Al Falah is carried out by integrating Islamic religious content related to good and bad into the learning activities, focusing on moral development, and daily practice by teachers, school principals, and other school staff; (2) Several factors that hinder the internalization of Islamic religious education through the Uswatun Hasanah model include: the lack of creativity and evaluation by teachers in developing lessons, students who are difficult to manage due to excessive activity, limited knowledge, and insufficient parental attention to Islamic religious education, as well as an unsupportive home or living environment. Keywords: Early Childhood, Internalization, Islamic Education, Uswatun Hasanah Model, Values. Abstrak Pendidikan itu bukan hanya tentang mentransfer ilmu pengetahuan saja, tetapi juga transfer of value (transfer nilai). Oleh karena itu, model pembelajaran uswatun hasanah hadir sebagai salah satu solusi dalam mengembangkan nilai-nilai keagamaan pada anak, terutama pada anak usia dini yang membutuhkan bimbingan untuk dapat memahami agama sejak dini. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi, artikel ini bertujuan untuk mengetahui proses internalisasi nilai-nilai keagamaan pada anak usia dini di PAUD Islam Terpadu Al Falah serta faktor-faktor penghambatnya. Hasil penelitian menyebutkan (1) Proses internalisasi pendidikan agama Islam melalui model uswatun hasanah di PAUD Islam Terpadu Al Falah dilakukan melalui pengintegrasikan materi agama Islam tentang baik dan buruk ke dalam kegiatan pembelajaran, pembiasaan-pembiasaan yang berfokus pada akhlakul karimah, serta pengamalan dalam keseharian oleh guru beserta kepala sekolah, kepala sekolah dan warga sekolah lainnya (2) Beberapa faktor yang menghambat internalisasi pendidikan agama Islam melalui model uswatun hasanah, yaitu: kurangnya kreatifitas dan evaluasi guru dalam mengembangkan pelajaran, siswa yang sulit diatur karena terlalu aktif, terbatasnya pengetahuan dan kurang perhatian orangtua terhadap anak tentang pendidikan agama Islam, dan lingkungan rumah atau tempat tinggal yang tidak mendukung. Kata kunci: Anak Usia Dini, Internalisasi, Model Uswatun Hasanah, Nilai-Nilai, Pendidikan Islam.Referensi
Abdullah, Husin, Jamaludin Miri, and Abdullah Nasih Ulwan. Tarbiyat al- Aulad Fi al- Islam, diterjemahkan oleh Jamaluddin Miri dengan judul, Pendidikan Anak dalam Islam. Cet. 1. Jakarta: Pustaka Amani, 1995.Alam, Lukis. “INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERGURUAN TINGGI UMUM MELALUI LEMBAGA DAKWAH KAMPUS.” Istawa: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 (August 3, 2016)
Arikunto, Suharsimi. Prosedur penelitian : suatu pendekatan praktik. Ed. Rev. VI, Cet. 14. Jakarta: Rineka Cipta, 2011.
Falah, Saiful. “ESENSI GURU DALAM VISI-MISI PENDIDIKAN MELALUI OPTIMALISASI MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA.” Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 4, no. 01 (January 28, 2021)
Hasanah, Mila. MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS SPRITUAL. 1st ed. Bandung: Mujahid Press, 2018.
Hidayat, Rahmat. Ilmu pendidikan Islam: menuntun arah pendidikan Islam Indonesia. Medan: Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI), 2016.
Hidayatullah, Hidayatullah. “STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ERA DIGITALISASI DI SMP SULTAN AGUNG SEYEGAN SLEMAN YOGYAKARTA.” Pendidikan Agama Islam 6, no. 2 (2023)
Ismatullah, Nur Hasanah. “Internalisasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Membangun Karakter Akhlakul Karimah Siswa Internalization of Islamic Values in Student’s Character Building of Akhlakul Karimah.” Tarbiyatu wa Ta’lim 01, no. 01 (2019).
Khaironi, Mulianah. “Perkembangan Anak Usia Dini.” Jurnal Golden Age 2, no. 01 (July 1, 2018).
Muhaimin. Paradigma pendidikan Islam: upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah. Cet. 1. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.
Munif, Muhammad. “STRATEGI INTERNALISASI NILAI-NILAI PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA.” EDURELIGIA; JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 1, no. 2 (January 3, 2017)
Muslimin, Erwin, and Siti Julaeha. “Konsep dan Metode Uswatun Hasanah Dalam Perkembangan Pengelolaan Pendidikan Islam Di Indonesia” 02, no. 1 (2021).
Nafiah, Azizatun, and M. Yunus Abu Bakar. “Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Buku ‘Muslimah yang Diperdebatkan’ Karya Kalis Mardiasih.” Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman 11, no. 2 (August 31, 2021)
Sahlan, Asmaun. Mewujudkan Budaya Religius Di Sekolah: Upaya Mengembangkan PAI Dari Teori Ke Aksi. Cetakan I. Malang: UIN-Maliki Press, 2010.
Surana, Dedih. “Model Internalisasi Nilai-nilai Islami dalam Kehidupan Siswa-siswi SMP Pemuda Garut.” Ta dib : Jurnal Pendidikan Islam 6, no. 1 (July 20, 2017).
Wardah Anggraini, Syafrimen Syafril, and Syaiful Anwar. “Penggunaan Metode Uswah Hasanah Dalam Mengembangkan Nilai-Nilai Moral dan Agama Anak Usia 5-6 Tahun di RA Al-Huda Wargomulyo Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu.” SALIHA: Jurnal Pendidikan & Agama Islam 3, no. 1 (January 13, 2020).
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).



