Usaha Wali Kelas Dalam Membangun Ikatan Emosional Terhadap Murid Baru Pada Masa COVID 19 di SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru

Penulis

  • Surawardi Surawardi
  • Annisa Yunani STAI Al-Falah Banjarbaru

DOI:

https://doi.org/10.47732/alfalahjikk.v22i1.178

Abstrak

Upaya wali kelas dalam membangun ikatan emosional dengan siswa baru pada masa pandemi Covid-19 di SMP Muhamadiyah 1 Banjarbaru memerlukan berbagai trik dan upaya wali kelas dalam membangun ikatan emosional dengan siswa baru sehingga tercipta suasana nyaman dalam belajar dan anak dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan. lingkungan sekolah baru meskipun dengan suasana berbeda yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak terbayangkan di benak siswa, orang tua, dan guru tentang pembelajaran online di masa pandemi Covid-19 di SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru. Peran dan upaya wali kelas sebagai pihak sentral yang bertanggung jawab atas kelancaran proses pembelajaran di kelas online membutuhkan upaya maksimal dalam membangun ikatan emosional dengan siswa baru agar mereka merasa nyaman belajar dalam situasi baru dan cara baru. Selain itu, sebagai wali kelas perlu mencermati dengan seksama kemungkinan faktor pendukung dan penghambat dalam upaya membangun ikatan emosional agar pembelajaran dapat berlangsung secara optimal walaupun dengan situasi dan kondisi yang tidak nyaman yang memerlukan penyesuaian yang tidak mudah dan juga tidak mudah. murah karena harus menyiapkan peralatan. IT, dimana baik sekolah maupun masyarakat dalam hal ini orang tua dan siswa tidak semuanya memiliki fasilitas yang memadai dalam menyikapi dan menghadapi situasi COVID-19.Upaya wali kelas dalam upaya membangun ikatan emosional dengan siswa baru di SMP Muhammadiyah Banjarbaru dapat melakukan pendekatan kepada siswa baru agar tercipta ikatan emosional antara wali kelas dan siswa melalui program kelas peminatan, FORTASI (Forum Ta'aruf dan Informasi), podcast, taruna pendampingan BK melati, pendekatan melalui media sosial dan asosiasi kelas, serta zoom sharing. Program tersebut memiliki faktor pendukung dan penghambat, sedangkan faktor pendukungnya adalah guru, siswa, dan orang tua yang sudah mengenal teknologi, serta fasilitas yang memadai. Perhatian orang tua terhadap pendidikan anak. Sedangkan faktor penghambatnya adalah dengan adanya program tersebut, wali kelas harus bekerja ekstra di luar tugasnya sebagai wali kelas.Kata kunci: Usaha, membangun ikatan sekaligus emosional.

Referensi

Agustin, Nella, Peran Guru Dalam Membentuk Karakter Murid, Yogyakarta: UAD Press, 2021.

Arifin, Zainal, Peranan Wali Kelas disekolah, Jakarta: PT. Nangkuban, 2019.

Bagaskara, Riski Fajar, Analisis Dampak Covid-19 Pada Pembelajaran Fisika Kelas XI Di SMA Negeri Kota Tangerang Selatan, Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2020.

Bahri, Syaiful, Guru dan Anak didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.

Daulay, Haidar Putra, Motivasi Pembelajaran Agama Islam, Wonosobo: Mangkubumi Media, 2019.

Effendy, Onong Uchjana, Kamus Komunikasi, Bandung: Mandar Maju, 2012.

Engreini, Syofianti, Buku Panduan Manajemen Tugas Wali Kleas Berbasis Teknologi Informasi, Jawa Barat: Edu Publisher, 2020.

Fadhallah, WAWANCARA, Jakarta Timur: UNJ Press, 2020.

Gunawan, Cakti Indra, Anomali Covid-19: Dampak Positif Virus Corona Untuk Dunia, Malang: CV IRDH, 2020.

Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, Bandung: Bumi Aksara, 2001.

Herdah, Berkarya Bersama Ditengah Pandemi Covid-19, Sulawesi Selatan: IAIN Pare-Pare Nusantara Press, 2020.

Hidayat, Ujang S, Model-Model Pembelajaran Efektif, Jawa Barat: Yayasan Budi Mulia Sukabumi, 2016.

Hude, M. Darwis, emosi-penjelajahan religio-psikologis tentang emosi manusia dalam Al-Quran, Jakarta: Erlangga, 2006.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online.

https://kbbi.kemendikbud.go.id/entri/pandemi diakses pada 22 Juli 2021.

Maryati, Modul pembelajaran mata kuliah keriwausahaan, Bandung Barat: CV.SYNTAX COMPUTAMA, 2020.

Petriani, Elvira, dan Azwar Ananda,”Peran dan Fungsi Wali Kelas Dalam Pembinaan Perilaku Murid di SMP Negeri 33 Padang”, Jurnal of Civic Education, Vol.1 No.3, 2018.

Qomariyah, Hubungan Attachment dengan Kemandirian Murid Kelas X Dimediasi oleh Self- esteem di SMA Negeri Malang, Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 2011.

Ratih, Hubungan Antara Guru dan Murid, Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 2016.

Roem, Mohamad, Bunga Rampai Dari Sejarah, Jakarta: Bulan Bintang, 2006.

Safitri, Dewi, Menjadi guru professional, Riau: PT. Indragiri Dot Com, 2019.

Saifuddin, Pengelolaan Pembelajaran Teoritis dan Praktis, Sleman:

Deepublish/publisher, 2018.

Santrock, Life Span Development, Jakarta : Erlangga, 2002.

Shibutan, Tamotsu Dalam Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: PT. Raja Grafindo, Cet-36, 2003.

Shierif Dalam Al-fiani, Transformasi Sosial Budaya Dalam Pembangunan Nasional, Jakarta: UI Press, 1986.

Siahaan, Matdio, “Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan”, Jurnal Karya Ilmiyah, Edisi Khusus No.1, Juli 2020.

Soetomo, Dasar-Dasar Interaksi Belajar Mengajar, Surabaya: Usaha Nasional, 1993.

Sudarsono, Kamus Filsafat dan Psikologi, Jakarta: PT. Tineka cipta, 1993.

Suprihatiningrum, Jamil, Guru Profesional, Jogjakarta: Ar- Ruzz Media, 2013.

Usman, Husaini, Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.

Usman, Moh.Uzer, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2000.

WS, Indrawan, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Jombang: Lintas Mediah, 2017.

Yusuf, Syamsu, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: Rosda, 2008.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-03-31