Nilai Nilai Pendidikan Islam Dalam Mengenakan Cadar Mahasiswi Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.47732/alfalahjikk.v21i2.165Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu fenomena penggunaan cadar di lingkungan kampus UIN Antasari Banjarmasin khususnya Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pengguna meyakini banyak nilai nilai pendidikan Islam yang diperoleh yakni Pertama; Aspek peradaban dan kemajuan, pembiasaan berpakaian rapi. Pakaian seperti ini akan dapat melindungi keyakinan agamanya, reputasi, dan nilai tertinggi wanita adalah untuk menjaga rasa malu dan kehormatan diri. Kedua; Nilai pendidikan akhlak kearah yang lebih sempurna, baik secara zhahir maupun bathin. Ketiga; Menjaga kesuciannya, lebih menjaga diri, sangat berwibawa dalam semua gerak dan diamnya, maka semakin bertambah pula harga diri dan ketinggian posisinya di mata laki-laki, demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan tidak diganggu. Keempat; Tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri, pendidikan nilai nilai moral untuk taat beribadah, menjaga akhlakul karimah dan banyak memperbaiki diri dari kesalahan yang pernah mereka lakukan waktu dulu. Kelima; Niat mentaati ajaran agama Islam dan niat ibadah karena Allah. Paling utama adalah terpenuhinya norma-norma agama Islam dengan baik, meskipun dalam al-Qur’an tidak menjelaskan wajib menutup wajah akan tetapi tidak ada salahnya jika itu dilakukan oleh wanita dalam menjaga diri dari suatu hal yang tidak diinginkan. Hasil penelitian didapati ada beberapa faktor pendukung dan penghambatnya bagi mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin dalam mengenakan cadar. Kata Kunci: Nilai nilai, pendidikan , pemakai serta cadar.Referensi
A’an Nurhasanah, Mahasiswi Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Wawancara online, Pukul 16.42, Tanggal 11 Januari 2021.
Alwi Kaderi, Pendidikan Pancasila untuk Perguruan, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2008.
Arief B. Iskandar, Jilbab Syar’i , Jakarta Barat: Khilafah Press, 2013.
Basrowi dan Auwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, Jakarta : Rineka Cipta, 2008.
Heri Gunawan, Pendidikan Islam Kajian Teoritis dan Tokoh, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014.
H. Una Kartawisastra, Strategi Klarifikasi Nilai, Jakarta: P3G Depdikbud, 1980.
https: //kbbi.kemdikbud.go.id//entri/pemakai, diakses tanggal 24 januari 2020 pukul 19.16
https: //kbbi.kemdikbud.go.id/entri/argumentatif, diakses tanggal 24 januari 2020 pukul 18.59.
https: //media.neliti.com.pdf, diakses tanggal 21 Januari 2021.
Husaini Usman, dkk, Metodologi Penelitian Sosial,Jakarta: Bumi Aksara, 1996.
Istiqomah, Mahasiswi Jurusan Pendidikan Agama Islam, Wawancara online , Pukul 13.25, Tanggal 2 Januari 2021.
Joko Subagyo, Metodologi Penelitian dalam Teori dan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
M. Chabib Thoha, Kapita Selekta Pendidikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.
Mansur Isna, Diskursus Pendidikan Islam, Yogyakarta: Global Pustaka Utama, 2001.
Mei Rusmiyanti, Skripsi: “Perilaku Komunikasi Mahasiswi S1 Yang Bercadar” Purwokerto: IAIN Purwokerto, 2017.
Muhammad Zulhusni, Persepsi Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry terhadap Mahasiswi Bercadar, (Diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Darussalam Banda Aceh 2017).
Sudirman dkk, Ilmu Pendidikan, (Bandung: CF Remaja Karya, tth), 2000.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).



