PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENCIPTAKAN BUDAYA RELIGIUS PADA SMP MUHAMMADIYAH 4 BANJARMASIN
DOI:
https://doi.org/10.47732/alfalahjikk.v17i1.15Abstrak
The role of the principal is crucial in creating a religious culture in an educational institution. Religious culture in school can be created when the principal performs his function an administrator. The importance of building a religious culture in school is primarily concerned with achieving the goals of school education. The leadership of the principal is part of a very important management function to achieve educational goals in schools. Leadership can play a role in protecting some of the issues of inappropriate organizational setting, including in this case in creating a religious culture, such as; the distribution of power that blocks the effective course of action, the lack of resources, the perceived poor procedure and so on, the fundamental school problems. Religious culture can be known from the regularity of behaving like religious activities held school, the language used that contains religious cultural values, norms that contain the standards of behavior of school residents, the formation of student personality quality both in science and moral, besides that religious culture can also be seen from the school rules made by the principal. Keywords: Role of Principal, Religious CultureReferensi
Best, John W., Metodologi Penelitian Pendidikan,Surabaya: Usaha Nasional, 1982.
Budiono, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: Karya Agung, 2005.
Danim, Sudarwan dan Suparno, Manajemen dan Kepemimpinan Transformasional Kekepala-sekolahan, Rineka Cipta, Jakarta, 2009.
Hermanto dan Winarno, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Jakarta: Bumi Aksara, 2011.
Herrsey, Paul dan Blanchard, K. H., Management of Organization Behavior, New York : Englewood Cliffs, 1998.
Koentjoroningrat, Kebudayaan, Mentaliet dan Pembangunan, Jakarta: Gramedia, 1974.
Kusdi, Budaya Organisasi: Teori, Penelitian dan Praktek, Jakarta: Salemba Empat, 2011.
Margono, S., Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2007.
Masyhud, Sulthon dan Moh. Khusnurdilo,Manajemen Pondok Pesantren, Jakarta: Diva Pustaka, 2005.
Strauss, Anselm dan Juliet Corbin,Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2007.
Sudijono, Anas, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001.
Syarif, Ulil Amri, Pendidikan Karakter Berbasis Al Qur’an, Jakarta:Rajawali Press, 2012.
Tafsir, Ahmad, Filsafat Pendidikan Islam: Integrasi Jasmani, Rohani dan Kalbu Memanusiakan Manusia, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.
Tilaar, H.A.R., Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia: Strategi Reformasi Pendidikan Nasional, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).



