FILOSOFI, IDEOLOGI DAN PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM INTER, MULTI DAN TRANSDISIPLINER
DOI:
https://doi.org/10.47732/alfalahjikk.v23i1.176Abstract
AbstractIn general, the design philosophy of Islamic education is not much different from other education. Namely, it includes ontology, epistemology and axiology. However, after researching, parsing and drawing conclusions, several fundamental differences were found between these philosophical structures. For example, from an epistemological perspective, Islamic education is based on the Koran and hadith/sunnah. From the aspect of ontology, the philosophy of Islamic education does not only focus on a real (real) reality but also un-real-abstract. Meanwhile, from the axiological aspect, the philosophy of education does not only refer to one value point of view but refers to several points of view, including human values (moral), as well as divine values (religion) and so on.The diversity of ethnicities, religions and cultures is a fact of Indonesian history. Diversity can be a gift or a disaster. If managed properly it can enrich human life; conversely, if it is not managed properly it can lead to disasters in the form of tension, conflict, and violence. The function of Islamic Religious Education as a subject that is still preserved in the National Education System is expected to shape the character of students, so that they become pious Muslims (in the sense of obedience to Allah), and at the same time become citizens. Indonesia that is tolerant, accepts multicultural conditions, and rejects all forms of oppression that demean human dignity. Specifically, it can be seen from the learning objectives, namely realizing Indonesian people who are religious, have noble character, are knowledgeable, diligent in worship, intelligent, productive, honest, fair, ethical, disciplined, tolerant (tasamuh), maintain harmony and develop religion. culture at school. Philosophically, Islamic education is relevant and an integral part of the national education system. The position of Islamic education as a national education subsystem does not only function as a complement, but as a substantial component. That is, Islamic education is an important component in the journey of national education. Because the government has proposed the concept of multicultural education, civic education, and character education, Islamic education cannot be separated from it. Keywords: Ideology, Paradigm of Islamic Education, Philosophy. AbstrakSecara umum, rancang bangun filosofi pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan pendidikan lainnya. Yakni, mencakup ontologi, epistemologi dan aksiologi. Namun setelah diteliti, diurai dan diambil suatu simpulan, ditemukan beberapa perbedaan yang mendasar antara bangunan filosofi tersebut. Misalnya, dari aspek epistemologi, pendidikan Islam berlandaskan pada al-Qur‟an dan hadith / sunnah. Dari aspek ontologi, filosofi pendidikan Islam tidak hanya fokus pada suatu realitas yang riil (nyata) tapi juga un-riil-abstrak. Sedangkan dari aspek aksiologi, filosofi pendidikan tidak hanya mengacu kepada satu sudut pandang nilai tapi mengacu pada beberapa sudut pandang, diantaranya adalah nilai-nilai kemanusiaan (moral), maupun nilai ketuhanan (agama) dan lain sebagainya. Kemajemukan suku, agama, dan budaya merupakan fakta sejarah Indonesia. Keanekaragaman bisa menjadi hadiah atau bencana. Jika dikelola dengan baik dapat memperkaya kehidupan manusia; sebaliknya jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bencana berupa ketegangan, konflik, dan kekerasan. Fungsi Pendidikan Agama Islam sebagai mata pelajaran yang masih dilestarikan dalam Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik, sehingga menjadi muslim yang bertakwa (dalam arti taat kepada Allah), dan sekaligus menjadi warga negara. Indonesia yang toleran, menerima kondisi multikultural, dan menolak segala bentuk penindasan yang merendahkan harkat dan martabat manusia. Secara khusus dapat dilihat dari tujuan pembelajaran, yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang agamis, berakhlak mulia, berilmu, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, beretika, disiplin, toleran (tasamuh), menjaga kerukunan dan mengembangkan agama. budaya di sekolah. Secara filosofis, pendidikan Islam relevan dan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Kedudukan pendidikan Islam sebagai subsistem pendidikan nasional tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi sebagai komponen yang substansial. Artinya, pendidikan Islam merupakan komponen penting dalam perjalanan pendidikan nasional. Karena pemerintah telah mengajukan konsep pendidikan multikultural, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan karakter, maka pendidikan Islam tidak bisa lepas darinya. Kata Kunci: Filosofi, Ideologi, Paradigma Pendidikan Islam.References
Attas, al Naquib Syed Muhammad, Konsep Pendidikan Dalam Islam, terj. Haidar Bagir, Bandung: Mizan, 1984
Azra, Azyumardi, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru,
Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999
Freire, Paulo, Politik Pendidikan Kebudayaan Ekuasaan Dan Pembebasan,Ter.
Agung Prihantoro, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2007
Hadi, Hardono, Epistemologi Filsafat Pengetahuan, Yogyakarta : Kanisus, 1994 Suhartono, Suparlan, Filsafat,
Jogyakarta: Arruz Media, 2007 Kattsoff O, Louis, Pengantar Filsafat, Terj. Soejono Soemargono, Yogyakarta:Tiara Wacana, 1992
Langgulung, Hasan, Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Islam, Bandung: al Ma‟arif, 1980
Abdullah, M. Amin. “Mendialogkan Nalar Agama dan Sains Modern di Tengah Pandemi Covid-19.” MAARIF 15, no. 1 (10 Juni 2020): 11–39. https://doi.org/10.47651/mrf.v15i1.75.
———. Multidisiplin, Interdisiplin, & Transdisiplin: Metode Studi Agama & Studi Islam di Era Kontemporer. Yogyakarta: IB Pustaka, 2020.
Anshori, Ari. Paradigma Keilmuan Perguruan Tinggi Islam; Membaca Integrasi Keilmuan atas UIN Jakarta, UIN
Yogyakarta, dan UIN Malang. Jakarta: Al-Wasat, 2018.
Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di tengah Tantangan
Milenium III. Jakarta: Prenada Media, 2012.
———. “Reintegrasi Ilmu-ilmu dalam Islam.” Dalam Strategi Pendidikan; Upaya Memahami Wahyu dan Akal,
disunting oleh Nanat Fatah Natsir dan Hendriyanto Attan, 1–12. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Drake, Susan M. Menciptakan Kurikulum Terintegrasi yang Berbasis Standar: Seri Standar Kurikulum Inti.
Diterjemahkan oleh Benyamin Molan. Edisi Ketiga. Jakarta: PT. Indeks, 2013.
Drake, Susan M., dan Rebecca Crawford Burns. Meeting Standards Through Integrated Curriculum. Alexandria, VA:
Association for Supervision and Curriculum Development, 2004.
Drake, Susan M., dan Joanne L. Reid. “21st Century Competencies in Light of the History of Integrated Curriculum.”
Frontiers in Education 5 (14 Juli 2020): 1–10. https://doi.org/10.3389/feduc.2020.00122.
Fitri, Agus Zaenul. Integrasi Pengembangan Keilmuan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Tulungagung: IAIN
Tulungagung Press, 2020.
Fitri, Agus Zaenul, Muntahibun Nafis, dan Luluk Indarti. “Multidisciplinary, Interdisciplinary, and Transdisciplinary
(MIT) Learning Approach and Strategy Based on Indonesian National Qualification Framework (KKNI)
Curriculum.” Ulumuna 24, no. 1 (6 Juli 2020): 183–204. https://doi.org/10.20414/ujis.v24i1.375.
“IB Pustaka – Litera Cahaya Bangsa,” 2020. https://ibpustaka.id/.
Kartanegara, Mulyadhi. Integrasi Ilmu. Bandung: Mizan Pustaka, 2005.
Khozin. Pengembangan Ilmu di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam: Konstruksi
Kerangka Filosofis dan Langkah-langkahnya. Jakarta: Kencana, 2016.
Kuntowijoyo. Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006.
Maftukhin. Islam dan Dialektika Sosial. Disunting oleh Ngainun Naim. Yogyakarta: Lentera Kreasindo, 2014.
Mawardi, Imam. “Pendidikan Islam Transdisipliner Dan Sumber Daya Manusia Indonesia.” Jurnal Pendidikan Islam
, no. 2 (2013): 253–68. https://doi.org/10.15575/jpi.v28i2.547.
Miftahuddin. Model-Model Integrasi Ilmu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Studi Multi Situs Pada UIN Jakarta,
UIN Yogyakarta, Dan UIN Malang).
Salatiga: IAIN Salatiga, 2018. http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/8111/.
Penyusun, Tim. Pedoman Implementasi Integrasi Ilmu di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Jakarta:
Direktorat PTKI Dirjen Pendis Kemenag RI, 2019.
Qomar, Mujamil. “Filsafat Pendidikan Islam Multidisipliner.” PROSIDING SEMINAR NASIONAL PRODI PAI UMP, 2019, 1–14.
———. Pendidikan Islam Multidisipliner, Interdisipliner, dan Transdisipliner. Malang: Madani Media, 2020.
Wirman, Eka Putra. Paradigma dan Gerakan Keilmuan Universitas Islam Negeri. Jakarta: Prenada Media, 2019.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



