PENDEKATAN ANTROPOLOGI SEBAGAI EPISTEMOLOGI HUKUM ISLAM

Amrul Irsyadi, Surawardi Surawardi

Abstract


AbstrakPenyematan redaksi kata “jahiliyyah” kepada bangsa Arab di mana Islam diturunkan menjadi polemik tersendiri yang memiliki ragam sudut pandang berbeda. Masih sedikitnya cendekiawan dan para terpelajar yang mengkaji isu ini semakin memperjelas adanya lubang menganga yang seakan memisahkan Arab pra-Islam dan pasca Islam, khususnya terkait dengan bangsa Arab yang dianggap sebagai bangsa terbelakang, tertinggal, bodoh, dan tanpa peradaban.Khalil Abdul Karim dalam karyanya al-Jużur wa at-Tārīkhiyyah li as-Syarīah al-Islāmiyyah adalah salah seorang cendekiawan yang agresif menunjukkan bahwa bangsa Arab bukanlah bangsa bodoh dikala itu sehingga dengan mudah doktrin Islam mampu menyebar luas di tengah-tengah masyarakatnya, seperti apa yang selama ini banyak dituduh oleh beberapa da’I. Khalil Abdul Karim dalam penelitiaannya mengkomparasikan sisi sejarah pra-Islam dan hukum yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad dengan analisis data dengan pendekatan yang memadukan antara normatif dan antropologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangsa Arab sebelum Islam tidaklah seperti yang banyak disematkan banyak cendekiawan dan pendakwah sebagai jahiliyyah dengan segala bentuk kegelapannya. Bangsa Arab memiliki pengetahuan dalam berbagai aspek alkulturasi kebudayaan dan tradisi yang menunjukkan peradaban dan kemajuan.  Tradisi Arab pra-Islam dan respon positif al-Qur’ān pada sifat kedemawanan, berani, memuliakan tamu merupakan contoh dari tradisi baik yang memiliki relevansi sama yaitu menjunjung nilai kemanusiaan dan tidak bertentangan dengan fitrah manusia.Kata kunci:  tradisi, bangsa Arab, jahiliyyah, Arab pra-Islam, warisan

Full Text:

PDF

References


Referensi Utama

Abd Al-Karim, Khalil., 1990, al-Jużur wa at-Tārīkhiyyah li as-Syarīah al-Islāmiyyah, Kairo: Sīna.

Referensi Buku Pembanding

Al-Azhari, Usamah Sayyid., 2019, Miskāt al-Ushūliyyīn wa al-Fuqahā, Dubai: Al-Muwatta Center.

Al-Būthi, M Said Ramadhan., 1991, Fiqh as-Sīrah an-Nabawiyyah, Lebanon: Dar al-Fikr al-Muāshir.

An-Nadwi, Abu Al-Hasan., 1981, Māża Khasira al-Ālamu bi Inhithāth al-Muslīmīn, Kairo: Maktabah Īman.

An-Nadwi, Abu Al-Hasan., 1989, As-Sīrah An-Nabawiyyah, Jedah: Dār as-Syurūq.

Az-Zuhaili, Muhammad Mustafa.,2006, Al-Wajiz fhi al-Ushūl al-Fiqh al-Islāmi, Damaskus: Dār al-Khair, juz II.

Az-Zuhaili, Wahbah., 1986, Ushūl Fiqh al-Islāmi, Damaskus: Dār al-Fikr.

Dāwūdi, Safwān Adnān.,2015, Al-Lubab fhi Ushūl al-Fiqh, Damaskus: Dār al-Qalam.

Koentjaraningrat, 1986, , Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: Aksara Baru, cet. ke-5.

Mahmūd, Abbās Aqqād., Mathla’ An-Nūr, Kairo: Al-Fajālah.

Mūsa, Muhammad Abu., 1997, Al-I’jāz Al-Balaghī, Kairo: Maktabah Wahbah.

Nursi, Saīd., 2011, Al-Kalimāt, alih bahasa Ihsan Kasim Salihi, Kairo: Dār Sozler.

Shihab, M. Quraish., 2021, Syariah: Ekonomi Bisnis dan Bunga Bank, Ciputat: Lentera Hati

Syākir, Mahmūd.,2000, At-Tarikh Al-Islāmi, Jilid I. Damaskus: Al-Maktab Al-Islāmi.

Vahide, Sukran, 2013, Biografi Intelektual Badiuzzaman Said Nursi, Jakarta: Anatolia.

Jurnal

Sugiarta., I Made, dkk., 2019, “Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara (Tokoh Timur)”, Jurnal Filsafat Indonesia, Vol 2, No 3, 2019, Bali: Universitas Pendidikan Ganesha.

Suparlan, Henricus., 2015, “Filsafat PendidikanKi Hadjar Dewantara Dan Sumbangannya Bagi Pendidikan Indonesia”, Jurnal Filsafat. Vol. 25, Nomor 1, Februari 2015, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Internet

https://quran.kemenag.go.id/




DOI: https://doi.org/10.47732/maqashiduna.v2i2.566

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Maqashiduna: Jurnal Hukum Keluarga Islam Indexed by:

Published by Program Studi Hukum Keluarga Islam STAI Al Falah Banjarbaru

Contact us:

Maqashiduna: Jurnal Hukum Keluarga Islam

Address: Jl. A. Yani Km. 23 Landasan Ulin - Banjarbaru
Postal Code: 70723
Province: South Kalimantan
Telephone : (+62)511-4705260

This work is licensed under Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International