NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKLAK ISLAMI DALAM BUKU “KAUM REBAHAN BERI PERUBAHAN” DAN RELEVANSINYA DI MASA PANDEMI COVID-19
DOI:
https://doi.org/10.47732/alfalahjikk.v22i2.207Abstrak
Abstract:The values of Islam education in the self-development book “Kaum Rebahan Beri Perubahan” and its significance during the Covid-19 pandemic, as well as the need to instill these values into the hearts of teenagers in the era of globalization.topic of this research is a self-development book entitled “Kaum Rebahan Beri Perubahan”, and the goal is the ideals of youth character education in the era of globalization and its application during the Covid-19 pandemic. This research is a qualitative descriptive study with content analysis-based data collection techniques. The results show the principles of character education, which include having a vision of life, learning, courage, togetherness, hard and persistent work, sincerity, patience as endurance, and love as strength. During the Covid-19 pandemic, being brave and analytical in a situation, breaking through in the form of an idea or concept, pouring it into a movement, and using the quality of character education from the book “Kaum Rebahan Beri Perubahan” in everyday life is all relevant. Keywords: Covid-19 Pandemic, Islam Building, Lay People Make A Change, Values. Abstrak:Nilai-nilai pendidikan Akhlak Islami dalam buku pengembangan diri “Kaum Rebahan Beri Perubahan” dan signifikansinya di masa pandemi Covid-19, serta perlunya penanaman nilai-nilai tersebut ke dalam hati remaja di era globalisasi. Topik penelitian ini adalah buku pengembangan diri berjudul “Kaum Rebahan Beri Perubahan”, dan tujuannya adalah cita-cita pendidikan Islam remaja di masa globalisasi dan penerapannya di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berbasis analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan prinsip-prinsip pendidikan akhlak Islami, yang meliputi memiliki visi hidup, pembelajaran, keberanian, kebersamaan, kerja keras dan gigih, keikhlasan, kesabaran sebagai daya tahan, dan cinta sebagai kekuatan. Di masa pandemi Covid-19, bersikap berani dan analitis dalam suatu situasi, menerobos dalam bentuk ide atau konsep, menuangkannya ke dalam sebuah gerakan, dan menggunakan kualitas pendidikan Islam dari buku “Kaum Rebahan Beri Perubahan” dalam kehidupan sehari-hari adalah semuanya relevan. Kata kunci: Kaum Rebahan Beri Perubahan, Nilai-Nilai, Pandemi Covid-19, Pendidikan Akhlak Islami.Referensi
Aidah, Siti Nur. (2020). Pembelajaran Pendidikan Karakter. Yogyakarta, KBM Indonesia.
Althof, Wolfgang and Berkowitz, M.W. (2006). Moral Education and Character Education. Journal of Moral Education. Volume 35, Number 4, December 2006, pp.495-518. Online http://characterandcitizenship.org/PDF/ MoralEducationandCharacter EducationAlthofBerkowitz.pdf. Diakses 24 Juni 2015.
A’yunin, Quratta ; Lustyantie, Ninuk ; Tadjuddin, Shafruddin. (2018). Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Autobiografi Happy Little Soul Karya Retno Hening Palupi. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol 5, No. 2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/dialektika/artikel/view/7584/0.
Davies, I., Gorard, S., and McGuinn, N. (2005). “Citizenship Education and Character Education; Similarities and Constrasts.” British Journal of Educational Studies, 53 (3), 2005. Diakses 19 Maret 2016.
Hermawati, Dkk. (2020). Pemuda Dalam Catatan Sejarah. Guepedia, 2020. www.guepedia.com.
Hoge, J.D. (2002). “Character Education, Citizenship Education, and Social Studies.” The Social Studies. 93(3). pp 103-108. Online.http://dx.doi.org/10.1080/ 00377990209599891. Diakses 19 Maret 2016.
Howard, R.W., Berkowitz, M.W., Schaeffer, E.F. (2004). “Politics of Character Education”. Educational Policy.18 (1). 2004.pp.188-215. Online. http://dx.doi.org/10.1177/ 0895904803260031. Diakses 15 Februari 2016.
Kemendiknas, 2010. Kemendiknas. (2010). Kerangka Acuan Pendidikan Karakter.
Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Kemendiknas. (2011). Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Ditjen Dikdas Ditbin SMP.
Kemendikbud. (2013). Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Tahun 2010-2025; Jakarta: Pusat Pengembangan Kurikulum dan Buku. Kemendikbud, 2013. Naskah Akademik Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Koentjaraningrat (1987) ). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Lickona, T.(1991). Educating for Character. New York: Bantam.
Lickona, T and Davidson, M..(2005). Character Matters. New York: Simon and
Schuster.
Mangera, Elisabet ; Supratno, Haris. (2021). Nilai Pendidikan Karakter Dalam Londe Tamatua Pada Buku Londe-londena Toraya (Tinjauan Semiotika). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan. Vol. 7, No. 1. Universitas Kristen Indonesia Toraja dan Universitas Negeri Surabaya. https://jurnal.unibrah.ac.id./index.php/JIWP
Muhammad Alfan. 2013. Filsafat Kebudayaan. Bandung : Pustaka Setia.
Muqtadir, M. Atiatul. (2020). Kaum Rebahan Beri Perubahan. Jakarta, Bhumi Anoma.
Mochtar Lubis (1985).Transformasi Budaya untuk Masa Depan. Jakarta: Gunung
Agung
McClellan, B.E. (1999). Moral Education in America; Schools and the Shaping of Character from Colonial Times to the Present. New York: Teachers College Press.
Meutia F.Swasono (2006). Antropologi dan Integrasi Nasional. Pidato Upacara Pengukuhan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Sossial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, 25 Maret 2006. Antropologi Indonesia. Vol 30, No.1, 2006.
Milson, A.J and Chu, B.(2002). “Character Education for Cyberspace: Developing
Good Netizens.” The Social Studies. 2002. pp.117-119.
Pratama, Ovi. (2019). Analisis Nilai Pendidikan Karakter Pada Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara. Jurnal Pajar (Pendidikan Dan Pengajaran). Vol 3, No. 6. FKIP Universitas Riau. https://pajar.ejournal.unri.ac.id/index.php/PJR/artikel.view/7901.
Paulus Wirutomo (2015). Mengapa Indonesia Membutuhkan Revolusi Mental, dalam Government Public Relations (GPR) Report.(2015). Revolusi Mental. Jakarta: Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
Pusat Kurikulum, 2010, Bahan Pelatihan; Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional.
Pusat Kurikulum, 2011. Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter (Berdasarkan Pengalaman Di Satuan Pendidikan Rintisan). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional.
Revell, L.(2002). “Children’s Responses to Character Education.” Educational Studies.
(4).2002.pp. 421-431. Diakses 19 Maret 2016.
Rokhmansyah, Alfian. (2014). Studi dan Pengkajian Sastra ; Perkenalan Awal Terhadap Ilmu Sastra. Yogyakarta, Graha Ilmu.
Rodee, C.L. et al (1976), in Ibaba Samuel Ibaba (2009). Education and National Integration in Nigeria. Journal of Research in National Development. Volume 7. No.2, December 2009. Diakses 10 Februari 2017.
Sarbaini, 2014. Good Practices, Pendidikan Nilai, Moral dan Karakter Kepatuhan di Sekolah. Banjarmasin: Laboratorium Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Lambung Mangkurat
Sarbaini, 2015. Model Integrasi, Pendidikan Karakter Kepatuhan dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Banjarmasin: Laboratorium Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Lambung Mangkurat
Sarbaini, 2016. Implementasi Nilai-Nilai Utama Mata Pelajaran dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri Kota Banjarmasin. Banjarmasin: Kerjasama Pusat Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Kemendikbud dan FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Tidak dipublikasikan.
Sarbaini dan Fatimah, 2016. Kajian Integrasi Pendidikan Karakter dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan SMP Negeri di Kabupaten Balangan. Paringin: Kerjasama Pusat Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Kemendikbud dan Jaringan Penelitian Bappeda Kabupaten Balangan. Tidak dipublikasikan.
Silay, Nur.(2014). “Another Type of Character Education, Citizenship Education.”
International Journal of Education. Volume 6.Number 2.2014. p.1. Diakses 17 Maret 2016
Sukiyat. (2020). Strategi Implementasi Pendidikan Karakter. Surabaya, CV. Jakad Media Publishing.
Soemarno, Soemarsono. (2009). Karakter Mengantar Bangsa dari Gelap Menuju
Terang. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Suparlan, Parsudi. 2005. Suku Bangsa dan Hubungan Antar Suku Bangsa. Jakarta : Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian
Usman, A.F (2015). Enhancing National Integration and Inter-Group Relations in Post- Colonial Nigeria State Through Federal Character: An analytical disource. Global Journal of Human-Social Science (A).Volume 15, Issues 5,Year 2015
Usman, A.F and Odeh, G.O. (2015), Undermining History, Forfeit Peace and National Integration in Africa: A Timeless Provocative Charge, in Enhancing National Integration and Inter-Group Relations in Post-Colonial Nigeria State Through Federal Character: An analytical disource. Global Journal of Human-Social Science (A).Volume 15, Issues 5,Year 2015.
Sujarwa. 2010. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar : Manusia dan Fenomena Sosial Budaya. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Wibowo, Agus. (2013). Pendidikan Karakter Berbasis Sastra. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.Aidah, Siti Nur. (2020). Pembelajaran Pendidikan Karakter. Yogyakarta, KBM Indonesia.
Althof, Wolfgang and Berkowitz, M.W. (2006). Moral Education and Character Education. Journal of Moral Education. Volume 35, Number 4, December 2006, pp.495-518. Online http://characterandcitizenship.org/PDF/ MoralEducationandCharacter EducationAlthofBerkowitz.pdf. Diakses 24 Juni 2015.
A’yunin, Quratta ; Lustyantie, Ninuk ; Tadjuddin, Shafruddin. (2018). Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Autobiografi Happy Little Soul Karya Retno Hening Palupi. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol 5, No. 2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/dialektika/artikel/view/7584/0.
Davies, I., Gorard, S., and McGuinn, N. (2005). “Citizenship Education and Character Education; Similarities and Constrasts.” British Journal of Educational Studies, 53 (3), 2005. Diakses 19 Maret 2016.
Hermawati, Dkk. (2020). Pemuda Dalam Catatan Sejarah. Guepedia, 2020. www.guepedia.com.
Hoge, J.D. (2002). “Character Education, Citizenship Education, and Social Studies.” The Social Studies. 93(3). pp 103-108. Online.http://dx.doi.org/10.1080/ 00377990209599891. Diakses 19 Maret 2016.
Howard, R.W., Berkowitz, M.W., Schaeffer, E.F. (2004). “Politics of Character Education”. Educational Policy.18 (1). 2004.pp.188-215. Online. http://dx.doi.org/10.1177/ 0895904803260031. Diakses 15 Februari 2016.
Kemendiknas, 2010. Kemendiknas. (2010). Kerangka Acuan Pendidikan Karakter.
Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Kemendiknas. (2011). Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Ditjen Dikdas Ditbin SMP.
Kemendikbud. (2013). Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Tahun 2010-2025; Jakarta: Pusat Pengembangan Kurikulum dan Buku. Kemendikbud, 2013. Naskah Akademik Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Koentjaraningrat (1987) ). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Lickona, T.(1991). Educating for Character. New York: Bantam.
Lickona, T and Davidson, M..(2005). Character Matters. New York: Simon and
Schuster.
Mangera, Elisabet ; Supratno, Haris. (2021). Nilai Pendidikan Karakter Dalam Londe Tamatua Pada Buku Londe-londena Toraya (Tinjauan Semiotika). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan. Vol. 7, No. 1. Universitas Kristen Indonesia Toraja dan Universitas Negeri Surabaya. https://jurnal.unibrah.ac.id./index.php/JIWP
Muhammad Alfan. 2013. Filsafat Kebudayaan. Bandung : Pustaka Setia.
Muqtadir, M. Atiatul. (2020). Kaum Rebahan Beri Perubahan. Jakarta, Bhumi Anoma.
Mochtar Lubis (1985).Transformasi Budaya untuk Masa Depan. Jakarta: Gunung
Agung
McClellan, B.E. (1999). Moral Education in America; Schools and the Shaping of Character from Colonial Times to the Present. New York: Teachers College Press.
Meutia F.Swasono (2006). Antropologi dan Integrasi Nasional. Pidato Upacara Pengukuhan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Sossial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, 25 Maret 2006. Antropologi Indonesia. Vol 30, No.1, 2006.
Milson, A.J and Chu, B.(2002). “Character Education for Cyberspace: Developing
Good Netizens.” The Social Studies. 2002. pp.117-119.
Pratama, Ovi. (2019). Analisis Nilai Pendidikan Karakter Pada Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara. Jurnal Pajar (Pendidikan Dan Pengajaran). Vol 3, No. 6. FKIP Universitas Riau. https://pajar.ejournal.unri.ac.id/index.php/PJR/artikel.view/7901.
Paulus Wirutomo (2015). Mengapa Indonesia Membutuhkan Revolusi Mental, dalam Government Public Relations (GPR) Report.(2015). Revolusi Mental. Jakarta: Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
Pusat Kurikulum, 2010, Bahan Pelatihan; Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional.
Pusat Kurikulum, 2011. Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter (Berdasarkan Pengalaman Di Satuan Pendidikan Rintisan). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional.
Revell, L.(2002). “Children’s Responses to Character Education.” Educational Studies.
(4).2002.pp. 421-431. Diakses 19 Maret 2016.
Rokhmansyah, Alfian. (2014). Studi dan Pengkajian Sastra ; Perkenalan Awal Terhadap Ilmu Sastra. Yogyakarta, Graha Ilmu.
Rodee, C.L. et al (1976), in Ibaba Samuel Ibaba (2009). Education and National Integration in Nigeria. Journal of Research in National Development. Volume 7. No.2, December 2009. Diakses 10 Februari 2017.
Sarbaini, 2014. Good Practices, Pendidikan Nilai, Moral dan Karakter Kepatuhan di Sekolah. Banjarmasin: Laboratorium Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Lambung Mangkurat
Sarbaini, 2015. Model Integrasi, Pendidikan Karakter Kepatuhan dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Banjarmasin: Laboratorium Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Lambung Mangkurat
Sarbaini, 2016. Implementasi Nilai-Nilai Utama Mata Pelajaran dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri Kota Banjarmasin. Banjarmasin: Kerjasama Pusat Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Kemendikbud dan FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Tidak dipublikasikan.
Wibowo, Agus. (2013). Pendidikan Karakter Berbasis Sastra. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).



