Integrasi Linguistik dan Kajian Keagamaan: Peran Kajian Bahasa dalam Kajian KeIslaman

Penulis

  • Saifuddin Ahmad Husin Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.47732/alfalahjikk.v22i1.177

Abstrak

Integrasi pengetahuan telah dipelajari sebagai proses menggabungkan informasi baru ke dalam tubuh pengetahuan yang ada dengan pendekatan interdisipliner. Bahasa tidak hanya menjadi objek kajian ilmiah linguistik, tetapi juga objek kajian disiplin ilmu lain yang terkait. Pentingnya bahasa dalam banyak studi dan disiplin ilmu telah menyebabkan statusnya sebagai syarat mutlak bagi pemahaman yang benar tentang objek ilmiah lain dari disiplin ilmu. Penguasaan bahasa Arab misalnya merupakan suatu keharusan untuk mempelajari teks-teks agama Islam. Agama Islam menempatkan bahasa pada posisi yang sangat tinggi sehingga secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu tanda keberadaan Tuhan.Kata kunci: Linguistik, bahasa, Islam, syariat.

Referensi

Abdussalam, Ahmed Shehu. Islam and Language. Kuala Lumpur: Al-Hilal Publishing. 1999.

Al-Shatibi, Abu Ishaq. (n.d.). al-Muwafaqat fi Usul al-Syari’ah. Muhammad Abdullah Diraz (ed.), Beirut: Dar al-Fikr al-Arabi.

Al-Zarkasyi. Al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an. Al-Qahirah: Isa al-Babi al_halabi. 1972.

Arkoun, Mohammad. The Unthought in Contemporary Islamic Thought London: Saqi Books. 2002.

Ibn Khaldun, Abdurrahaman. The Muqaddimah, vol 3. (Indonesian translation) Jakarta: Pustaka Firdaus. 2001.

Ibn Taymiyah, Majmu’ Fatawa, vol. 32, p.252,255, vol. 3 p.206, 29:12.

Syeed, Sayyid Muhammad. Islamization of Linguistics. Kuala Lumpur: IIT-IIU. 1984.

The Holy Qur’an

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-07-03